Profil Catherine Hindra Sutjahyo, Perjalanan Karier hingga Pengunduran Diri dari GoTo

Japur Ganteng

Profil Catherine Hindra Sutjahyo, Perjalanan Karier hingga Pengunduran Diri dari GoTo
Profil Catherine Hindra Sutjahyo, Perjalanan Karier hingga Pengunduran Diri dari GoTo

DigiPulsa.com – Jakarta, profil Catherine Hindra Sutjahyo menjadi sorotan setelah ia mengumumkan pengunduran diri dari posisi Wakil Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Keputusan ini menandai perkembangan baru dalam jajaran kepemimpinan perusahaan teknologi tersebut.

Catherine merupakan eksekutif asal Indonesia yang lahir pada 1983. Ia memiliki pengalaman panjang di industri teknologi, perdagangan elektronik, konsultasi manajemen, dan layanan digital. Sebelum menduduki posisi pimpinan di GoTo, ia membangun karier melalui sejumlah perusahaan, termasuk McKinsey & Company, Innosight, Zalora Indonesia, dan Alfacart.

Namun, pengunduran diri tersebut belum menjadi akhir proses administrasi perusahaan. GoTo menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 14 Oktober 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas pengunduran dirinya. Karena itu, perjalanan karier Catherine dan kontribusinya terhadap bisnis digital kembali menarik perhatian publik.

Perjalanan Karier Catherine Hindra Sutjahyo di GoFood

Catherine bergabung dengan ekosistem Gojek pada 2018. Saat itu, ia mendapat kepercayaan untuk memimpin GoFood dengan fokus pada strategi bisnis dan pengembangan produk. Perannya juga mencakup pengembangan layanan yang mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di bawah kepemimpinannya, GoFood memperkuat posisinya dalam bisnis pesan-antar makanan di Indonesia. Layanan tersebut menjadi salah satu bagian penting ekosistem Gojek karena menghubungkan konsumen, mitra pengemudi, restoran, dan pelaku usaha kuliner. Dengan demikian, perkembangan GoFood turut mendukung pertumbuhan bisnis digital di sektor makanan.

Selain menjalankan tanggung jawab bisnis, Catherine juga mendapat kesempatan berbagi pengalaman di tingkat internasional. Pada Maret 2019, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengundangnya untuk berbicara dalam pertemuan tahunan Komisi Status Perempuan. Pembahasan tersebut menyoroti peran perusahaan dalam mendukung pemberdayaan pengusaha perempuan.

Prestasinya juga mendapat perhatian dari media. Prestige Indonesia memasukkan Catherine dalam daftar 40 Under 40: The Indonesian Vanguard of 2020. Pengakuan tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu eksekutif muda yang berkiprah dalam perkembangan industri bisnis digital Indonesia.

Kariernya di Gojek terus berkembang. Pada 2021–2022, ia menjabat sebagai Head of Food and Indonesia Sales & Operations Gojek. Dalam posisi tersebut, Catherine memimpin bisnis GoFood sekaligus menangani penjualan dan operasional Gojek di Indonesia.

Selanjutnya, Catherine menjabat sebagai Presiden On-Demand Services GoTo sejak 2023. Tanggung jawabnya mencakup strategi unit bisnis layanan sesuai permintaan, termasuk layanan yang menjadi bagian penting dari aktivitas harian pengguna. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi perannya di tingkat direksi GoTo.

Pengalaman Membangun Zalora dan Alfacart

Sebelum bergabung dengan GoTo, Catherine telah mengumpulkan pengalaman di sektor perdagangan elektronik dan ritel. Pada 2016–2017, ia menjabat sebagai Chief Executive Officer PT Sumber Trijaya Lestari atau Alfacart. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan memimpin bisnis yang berkaitan dengan perdagangan dan layanan digital.

Sebelumnya, Catherine ikut membangun Zalora Indonesia. Ia menjabat sebagai Managing Director sekaligus Co-Founder PT Fashion Eservice, perusahaan yang mengelola platform perdagangan fesyen tersebut. Dalam peran itu, ia terlibat dalam pengembangan bisnis sejak tahap awal.

Pengalaman membangun perusahaan memberikan pemahaman tentang tantangan operasional, pengembangan pasar, dan strategi pertumbuhan. Kemampuan tersebut relevan dalam industri perdagangan elektronik yang menuntut perusahaan beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen serta persaingan digital.

Karier profesional Catherine bermula di bidang konsultasi manajemen. Ia bekerja di McKinsey & Company sebagai Business Analyst pada 2004–2006. Setelah itu, ia bergabung dengan Innosight sebagai Venture Leader pada 2006–2009.

Catherine kemudian kembali ke McKinsey & Company dan menjabat sebagai Senior Associate pada 2010–2012. Rangkaian pengalaman tersebut membentuk latar belakang profesionalnya sebelum ia mengambil peran kepemimpinan di perusahaan perdagangan elektronik dan teknologi.

Latar Belakang Pendidikan di Singapura

Catherine menempuh pendidikan tinggi di Nanyang Technological University, Singapura. Pada 2004, ia meraih gelar Bachelor of Business dengan bidang Banking & Finance. Pendidikan tersebut memberikan dasar akademis yang relevan dengan pengelolaan bisnis dan keuangan.

Selain pengalaman pendidikan, profil tata kelola perusahaan GoTo mencatat bahwa Catherine tidak memiliki hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lain, maupun pemegang saham GoTo. Informasi tersebut menjadi bagian dari keterbukaan mengenai latar belakang dan hubungan dalam struktur perusahaan.

Kombinasi pendidikan bisnis, pengalaman konsultasi, serta keterlibatan langsung dalam membangun dan memimpin perusahaan menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya. Ia meniti karier dari posisi analis hingga memegang tanggung jawab strategis di perusahaan teknologi berskala besar.

Alasan Pengunduran Diri dan Proses Persetujuan GoTo

Pengunduran diri Catherine menjadi perkembangan penting dalam susunan kepemimpinan GoTo. Ia bergabung dengan jajaran direksi perusahaan sejak 2021. Kemudian, pada 2025, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sekaligus Deputi CEO.

Perubahan jabatan tersebut menunjukkan perkembangan tanggung jawab Catherine selama berada di lingkungan GoTo. Sebelumnya, ia menangani bisnis layanan sesuai permintaan. Setelah itu, ia menjalankan peran di tingkat pimpinan perusahaan yang memiliki cakupan tanggung jawab lebih luas.

Meski Catherine telah menyampaikan pengunduran dirinya, proses tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham. GoTo menjadwalkan RUPS pada 14 Oktober 2026 untuk membahas permohonan tersebut. Oleh karena itu, keputusan akhir mengenai pengunduran dirinya bergantung pada hasil rapat sesuai prosedur tata kelola perusahaan.

Informasi mengenai alasan pribadi atau profesional di balik keputusan tersebut tidak tercantum dalam bahan yang tersedia. Karena itu, publik perlu merujuk pada pengumuman resmi perusahaan untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut, apabila GoTo menyampaikannya.

Perkembangan ini juga menarik perhatian karena Catherine memiliki pengalaman di berbagai lini bisnis digital. Ia pernah terlibat dalam pengembangan layanan pesan-antar makanan, perdagangan fesyen, ritel daring, serta strategi dan operasional perusahaan teknologi.

Kontribusi Catherine dalam Industri Teknologi Indonesia

Rekam jejak Catherine menggambarkan perjalanan karier lintas sektor dalam industri digital Indonesia. Ia memulai karier di bidang konsultasi, lalu terlibat dalam pengembangan usaha perdagangan elektronik sebelum mengambil tanggung jawab strategis di Gojek dan GoTo.

Pengalamannya memimpin GoFood juga menempatkannya dalam bisnis yang bersinggungan langsung dengan UMKM. Layanan pesan-antar makanan memiliki peran dalam mempertemukan konsumen dengan pelaku usaha kuliner. Sementara itu, pengalaman di Zalora dan Alfacart memberinya pemahaman mengenai tantangan perdagangan digital.

Pada akhirnya, pengunduran diri Catherine menjadi bagian dari dinamika kepemimpinan GoTo. Namun, kontribusinya selama berkarier di sejumlah perusahaan tetap menjadi bagian penting dari profil profesionalnya. Hasil RUPS pada 14 Oktober 2026 akan menentukan tindak lanjut atas permohonan pengunduran diri tersebut.

Penulis :

Japur Ganteng

TOPIK :

Home Trending Explore Aplikasi Menu

Kode Referral Krom Bank Oktober 2026, Cara Pakai dan Bonus hingga Rp150.000

Kode Referral Krom Bank Oktober 2026, Cara Pakai dan Bonus hingga Rp150.000

Kunjungi Artikel