XLSmart Mulai Panen Hasil Merger, Ekspansi 5G Jadi Andalan

Japur Ganteng

JAKARTA, DigiPulsa.com – XLSmart mulai memetik hasil dari merger XL Axiata dan Smartfren. Setelah melalui proses integrasi jaringan yang cukup intensif, perusahaan kini memasuki tahap optimalisasi aset dan bisnis. Ekspansi jaringan 5G menjadi salah satu strategi utama untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Kinerja perusahaan pada semester I 2026 menunjukkan perkembangan positif. XLSmart membukukan pendapatan Rp24,03 triliun, meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan penguatan profitabilitas perusahaan.

Salah satu pencapaian paling menonjol terlihat dari laba bersih yang dinormalisasi. Angkanya mencapai Rp2,73 triliun atau melonjak 294 persen secara tahunan. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa beban integrasi mulai berkurang. Di sisi lain, manfaat dari skala bisnis hasil merger mulai terlihat semakin nyata.

XLSmart Mulai Masuk Fase Optimalisasi

Presiden Direktur dan CEO XLSmart Rajeev Sethi menyebut semester pertama 2026 sebagai fase penting bagi perusahaan. Menurutnya, proses integrasi yang intensif mulai bergeser menuju tahap optimalisasi.

Perusahaan kini memiliki skala jaringan yang lebih besar. Selain itu, portofolio spektrum juga semakin luas. Kekuatan beberapa merek yang berada di bawah XLSmart mulai diarahkan untuk menciptakan sinergi yang lebih besar.

Fokus perusahaan tidak lagi hanya menyelesaikan integrasi. XLSmart juga ingin mengubah hasil merger menjadi manfaat yang bisa dirasakan pelanggan. Peningkatan kualitas jaringan menjadi salah satu prioritas utama.

Selain itu, perusahaan berupaya meningkatkan efisiensi operasional. Langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur, pengelolaan biaya, serta pemanfaatan aset secara lebih efektif.

Hasilnya mulai terlihat dari realisasi sinergi merger. Pada semester I 2026, gross synergy XLSmart mencapai USD153 juta. Nilai tersebut sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan USD48 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sinergi tersebut berasal dari sejumlah sektor. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Renegosiasi kontrak dengan mitra.
  • Optimalisasi site dan infrastruktur jaringan.
  • Penghematan biaya utilitas dan fiber.
  • Pengurangan biaya regulasi melalui deregistrasi site yang sudah tidak digunakan.
  • Optimalisasi organisasi dan pemasaran.
  • Penurunan biaya yang berkaitan dengan proses integrasi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa merger tidak hanya memperbesar skala bisnis. Penggabungan jaringan juga membuka peluang penghematan melalui pengurangan infrastruktur yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

Integrasi Jaringan Terus Dikebut

Dari sisi infrastruktur, proses integrasi jaringan XLSmart terus mengalami kemajuan. Hingga akhir Juni 2026, sekitar 92 persen site telah terintegrasi.

Perusahaan juga telah membongkar sekitar 15 ribu site yang dinilai redundant. Pengurangan tersebut dilakukan untuk menghindari duplikasi infrastruktur setelah jaringan XL Axiata dan Smartfren digabungkan.

Setelah proses integrasi berjalan, jumlah BTS XLSmart kini mencapai 265.442 unit. Jumlah tersebut meningkat 26 persen secara tahunan.

Menariknya, pertumbuhan BTS tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sekitar separuh penambahan BTS dalam satu tahun terakhir berada di luar Jawa.

Wilayah Sulawesi dan Kalimantan menjadi beberapa daerah yang mendapat tambahan infrastruktur jaringan. Ekspansi tersebut memperlihatkan upaya perusahaan memperkuat layanan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, optimalisasi jaringan tetap menjadi bagian penting dari strategi perusahaan. Dengan jumlah infrastruktur yang semakin besar, XLSmart perlu memastikan kapasitas tersebut dapat dimanfaatkan secara efisien.

Ekspansi 5G Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Setelah merger memasuki fase optimalisasi, ekspansi 5G menjadi salah satu agenda utama XLSmart. Perusahaan menerapkan strategi blanket coverage untuk menghadirkan layanan 5G secara lebih menyeluruh di wilayah tertentu.

Hingga semester I 2026, jaringan 5G XLSmart telah tersedia di 52 kota. Layanan tersebut didukung sekitar 15 ribu BTS 5G.

Secara nasional, cakupan populasi 5G XLSmart telah mencapai 23 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa teknologi generasi kelima mulai mengambil peran lebih besar dalam jaringan perusahaan.

Kontribusi 5G terhadap pertumbuhan trafik juga semakin besar. Trafik 5G tercatat menyumbang sekitar 27 persen terhadap pertumbuhan trafik keseluruhan.

Sementara itu, perusahaan menyebut kualitas pengalaman menggunakan 5G mencapai 2,5 kali lebih baik dibandingkan 4G. Peningkatan tersebut menjadi modal penting untuk menarik pelanggan yang membutuhkan koneksi cepat dan stabil.

Pertumbuhan konsumsi data menjadi salah satu alasan ekspansi 5G terus dilakukan. Penggunaan layanan digital semakin luas, mulai dari video streaming hingga gim daring dan berbagai aplikasi berbasis internet.

Karena itu, kapasitas jaringan menjadi faktor penting bagi operator. XLSmart melihat kepemilikan spektrum yang lebih besar sebagai peluang untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Spektrum Lebih Besar Buka Ruang Pengembangan

Setelah merger, XLSmart kini memiliki total spektrum sebesar 217 MHz. Jumlah tersebut meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan total spektrum gabungan sebelum merger.

Spektrum yang lebih besar memberikan ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas jaringan. Selain itu, aset tersebut dapat mendukung pengembangan layanan 5G di berbagai wilayah.

Di sisi lain, perusahaan tetap perlu memastikan ekspansi dilakukan secara terukur. Pembangunan jaringan membutuhkan investasi besar. Oleh karena itu, optimalisasi aset menjadi penting agar pertumbuhan jaringan tetap sejalan dengan kinerja keuangan.

Peningkatan pendapatan dan laba pada semester I 2026 memberikan fondasi yang cukup kuat. Namun, tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum tersebut dalam jangka panjang.

XLSmart kini menghadapi fase baru setelah proses merger mulai menghasilkan sinergi. Perusahaan tidak lagi hanya mengejar penyelesaian integrasi jaringan.

Strategi berikutnya adalah memaksimalkan aset yang telah dimiliki. Perluasan 5G, peningkatan kualitas jaringan, efisiensi operasional, dan pemanfaatan spektrum menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Jika strategi berjalan sesuai rencana, merger XL Axiata dan Smartfren dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi bisnis maupun pelanggan. Persaingan layanan seluler di Indonesia pun berpotensi semakin ketat, terutama dalam pengembangan jaringan 5G.

Dengan demikian, semester I 2026 menjadi titik penting bagi XLSmart. Perusahaan mulai menunjukkan bahwa proses merger bukan sekadar penggabungan dua operator. Hasil integrasi kini diarahkan menjadi sumber efisiensi sekaligus mesin pertumbuhan baru melalui ekspansi jaringan dan layanan digital.

Penulis :

Japur Ganteng

TOPIK :

Home Trending Explore Aplikasi Menu

Kode Referral Kredivo Oktober 2026, Bonus 125.000 Point dan Cara Daftar

Kode Referral Kredivo Oktober 2026, Bonus 125.000 Point dan Cara Daftar

Kunjungi Artikel