QRIS Antarnegara Makin Diminati Wisatawan Indonesia di Asia

Japur Ganteng

QRIS Antarnegara Makin Diminati Wisatawan Indonesia di Asia
Ilustrasi: QRIS Antarnegara Makin Diminati Wisatawan Indonesia Di Asia

Digipulsa.com – Jakarta, QRIS Antarnegara semakin digunakan wisatawan Indonesia saat bertransaksi di sejumlah negara Asia. Pembayaran digital ini memungkinkan pengguna membayar melalui aplikasi dari Indonesia tanpa harus membawa banyak uang tunai atau mencari tempat penukaran valuta asing.

Saniah (54), perempuan asal Bengkalis, Riau, merasakan kemudahan tersebut saat hampir 10 hari berada di Malaysia. Ketika makan, berbelanja, atau melakukan transaksi lain, ia cukup membuka aplikasi pembayaran Indonesia dan memindai kode QR pada merchant yang menerima pembayaran digital.

“Pembayarannya pakai QRIS lebih mudah. Sekarang enggak butuh bawa duit (tunai) banyak-banyak,” ujar Saniah saat ditemui di kawasan Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (16/9/2026). Sebelumnya, ia juga menggunakan QRIS saat berkunjung ke China dan Jepang.

Mobilitas wisatawan mendorong transaksi lintas negara

Penggunaan QRIS di luar negeri berkembang seiring tingginya mobilitas masyarakat Indonesia ke berbagai negara Asia. Singapura menerima 1.339.607 pengunjung dari Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Data Singapore Tourism Board dan Singapore Department of Statistics menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar sumber utama Singapura.

Di Malaysia, Tourism Malaysia mencatat kunjungan wisatawan Indonesia mencapai 4,3 juta sepanjang 2025. Jumlah itu meningkat 2,9 persen dibandingkan 2024. Wisatawan tidak hanya membayar tiket dan hotel, tetapi juga makan di restoran, berbelanja, membeli oleh-oleh, serta bertransaksi dengan pelaku UMKM.

Di Malaysia, wisatawan Indonesia dapat menggunakan QRIS pada merchant yang menerima DuitNow QR. Sementara itu, di Singapura, pembayaran dapat dilakukan melalui merchant yang menerima NETS QR. Setelah transaksi berhasil, pembayaran diproses secara real-time.

Bagi pengguna, prosesnya tetap sederhana. Mereka cukup membuka aplikasi pembayaran, memindai kode QR, memastikan nominal, lalu menyelesaikan transaksi. Namun, kemudahan itu didukung konektivitas antara sistem pembayaran Indonesia dan negara mitra.

Konektivitas QRIS mendukung wisatawan dan UMKM

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Singapura Widi Agustin S mengatakan, pengembangan QRIS Antarnegara merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia menciptakan transaksi keuangan yang efisien. Sistem tersebut diarahkan agar pembayaran ritel berlangsung cepat, mudah, murah, aman, andal, dan inklusif.

Melalui konektivitas ini, pengguna dapat melihat nilai transaksi dalam rupiah ketika membayar di negara mitra. Sementara itu, merchant menerima pembayaran dalam mata uang lokal sesuai mekanisme yang berlaku. Skema tersebut membantu wisatawan sekaligus mengurangi kebutuhan membawa uang tunai.

Manfaatnya juga dirasakan merchant. Pemilik toko Hypnovintage di Haji Lane, Singapura, Dohartua Parlindungan Sihombing, mengatakan transaksi digital membantu pelanggan melihat kembali catatan pembelian melalui akun mereka. Menurutnya, hal itu turut membangun kepercayaan pelanggan kepada merchant.

Nazri, Manajer Nasi Lemak Wanjo Malaysia, menilai pembayaran digital memudahkan merchant dan pelanggan karena keduanya tidak perlu membawa uang tunai atau mencari tempat penukaran sebelum bertransaksi.

Bank Indonesia mencatat, hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen merchant tersebut merupakan UMKM. Basis yang besar ini menjadi fondasi penting bagi perluasan QRIS ke aktivitas ekonomi lintas negara.

Transaksi QRIS Antarnegara terus bertumbuh

Sejak diluncurkan pada Mei 2023 hingga Februari 2026, QRIS Antarnegara Indonesia-Malaysia mencatat 10,66 juta transaksi dengan nominal Rp 2,75 triliun. Di Singapura, tercatat 554.510 transaksi senilai Rp 179,28 miliar pada periode November 2023 hingga Februari 2026.

Sementara itu, konektivitas dengan Thailand mencatat 1,64 juta transaksi senilai Rp 656,27 miliar selama Agustus 2022 hingga Februari 2026. Sepanjang 2025, transaksi wisatawan asing yang menggunakan QRIS di Indonesia mencapai 5.892.621 transaksi. Pada periode yang sama, transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri mencapai 1.681.112 transaksi.

Bank Indonesia Perwakilan Singapura juga mencatat total transaksi QRIS Antarnegara di Singapura, Malaysia, dan Thailand mendekati 10 juta transaksi sepanjang Januari-Juli 2026. Khusus Singapura, jumlahnya mencapai 407.000 transaksi hingga Juli 2026.

Untuk memperluas penggunaan, Bank Indonesia Perwakilan Singapura menjalankan Gerakan Akseptasi QRIS Antarnegara untuk Digitalisasi dan Akselerasi atau Garuda. Edukasi dilakukan melalui kerja sama dengan maskapai nasional, penyedia layanan, bank sentral di kawasan, serta perusahaan infrastruktur pembayaran.

Setelah terhubung dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura, QRIS juga diperluas ke Jepang, Korea Selatan, dan China. Perkembangan ini menunjukkan bahwa QRIS Antarnegara tidak hanya mendukung kebutuhan wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari interkoneksi sistem pembayaran kawasan.

Penulis :

Japur Ganteng

TOPIK :

Home Trending Explore Aplikasi Menu

Kode Promo Maxim Oktober 2026 | DRV22472443 | Bonus Rp200 Ribu untuk Pengguna Baru

Kode Promo Maxim Oktober 2026 | DRV22472443 | Bonus Rp200 Ribu untuk Pengguna Baru

Kunjungi Artikel