Digipulsa.com – Jakarta, ASUS Zenbook A14 OLED menawarkan laptop premium dengan bobot sekitar 980 gram tanpa mengesampingkan kemampuan komputasi. Perangkat ini mengandalkan Snapdragon® X2 Elite 18-core dan kemampuan komputasi AI hingga 80 TOPS.
ASUS Zenbook A14 OLED juga membawa layar OLED 14 inci, baterai 70Wh, serta sejumlah pilihan konektivitas. Kombinasi tersebut menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat ringan untuk bekerja dan tetap memiliki kemampuan menangani kebutuhan kreatif.
Selain itu, ASUS menggunakan material Ceraluminum pada sebagian besar bodi. Perangkat ini memiliki ketebalan sekitar 1,34 hingga 1,59 cm. Dengan bobot sekitar 980 gram, laptop tersebut menawarkan portabilitas tinggi untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
ASUS Zenbook A14 OLED Mengutamakan Bodi Ringan
Bobot menjadi salah satu aspek utama pada ASUS Zenbook A14 OLED. Perangkat ini memiliki bobot sekitar 980 gram sehingga pengguna dapat membawanya dengan relatif mudah.
Bahkan, ketika pengguna membawa charger USB Type-C 100W, total bobot perangkat dan charger berada di kisaran 1,23 kg. Karena itu, perangkat tetap praktis untuk mobilitas harian.
ASUS menggunakan material Ceraluminum pada sebagian besar bagian bodinya. Material tersebut memanfaatkan proses elektrokimia pada magnesium-aluminium untuk menjaga bobot tetap ringan sekaligus mendukung ketahanan terhadap penggunaan sehari-hari.
Selain itu, Zenbook A14 OLED telah memenuhi standar ketahanan MIL-STD-810H. Dengan demikian, desain ringkasnya tidak hanya berfokus pada ukuran dan bobot.
Layar OLED 14 Inci Mendukung Produktivitas
ASUS membekali Zenbook A14 OLED dengan panel OLED 14 inci beresolusi 1920 x 1200 piksel. Layar tersebut menggunakan aspek rasio 16:10 yang memberikan ruang vertikal lebih luas dibandingkan rasio 16:9.
Ruang tambahan itu dapat membantu pengguna ketika membaca dokumen, menjelajahi web, maupun mengerjakan berbagai tugas dengan banyak informasi pada layar. Sementara itu, panelnya memiliki refresh rate 60Hz dan response time hingga 0,2 milidetik.
Berdasarkan pengujian, tingkat kecerahan layar mencapai sekitar 408 nits pada mode SDR. Pada konten HDR, tingkat kecerahan dapat mencapai hingga 642 nits.
Panel tersebut juga mencakup sekitar 99,2 persen ruang warna DCI-P3 dengan volume gamut DCI-P3 sebesar 111,2 persen. Akurasi warna itu mendukung kebutuhan penyuntingan foto dan video.
Selain pekerjaan kreatif, layar OLED tersebut juga mendukung aktivitas hiburan. Bezel yang tipis menghasilkan screen-to-body ratio sekitar 90 persen sehingga area layar terlihat lebih luas.
Snapdragon X2 Elite Menopang Performa ASUS Zenbook A14 OLED
Di balik bodinya yang ringkas, ASUS Zenbook A14 OLED menggunakan Snapdragon® X2 Elite dengan konfigurasi CPU Qualcomm Oryon 18-core dan 18-thread. Prosesor 3nm tersebut terdiri dari 12 Prime Core dan enam Performance Core.
Prime Core mampu mencapai 4GHz untuk beban multi-core dan boost hingga 4,7GHz pada skenario single-core atau dual-core. Prosesor tersebut juga membawa cache hingga 53MB, RAM 32GB LPDDR5X, serta Qualcomm Hexagon NPU dengan kemampuan hingga 80 TOPS.
Dalam pengujian Cinebench 2024 selama 30 menit, perangkat mencatat skor tertinggi 1.310 poin pada Standard Mode. Pada Performance Mode, skornya mencapai 1.479 poin.
Sebagai pembanding, Snapdragon X Elite generasi sebelumnya mencatat sekitar 971 poin dalam pengujian tersebut. Hasil itu menunjukkan peningkatan performa sekitar 53 persen.
Menariknya, performa tetap relatif konsisten ketika pengguna melepas charger. Pada kondisi menggunakan baterai, perangkat mencatat sekitar 1.240–1.250 poin pada Standard Mode dan 1.430–1.440 poin pada Performance Mode.
Kemampuan AI dan Grafis Mengalami Peningkatan
Kemampuan pemrosesan AI menjadi salah satu bagian penting pada Snapdragon® X2 Elite. Dalam AI Computer Vision Benchmark, prosesor tersebut mencatat 4.361 poin. Snapdragon X Elite generasi sebelumnya mencatat 1.883 poin.
Hasil tersebut menunjukkan peningkatan performa NPU sekitar 2,3 kali. Karena itu, kemampuan Qualcomm Hexagon NPU hingga 80 TOPS dapat mendukung berbagai workload berbasis kecerdasan buatan secara lokal.
Performa penyimpanan juga berada pada kelas tinggi. SSD 1TB PCIe Gen 4 x4 mencatat kecepatan baca hingga 7.067 MB/s dan kecepatan tulis sekitar 6.010 MB/s dalam pengujian CrystalDiskMark 9.0.3.
Pada sektor grafis, GPU terintegrasi Snapdragon® X2 Elite mencapai 81,55 FPS dalam 3DMark Solar Bay. Snapdragon X Elite generasi sebelumnya mencatat 42,12 FPS. Dengan demikian, hasil tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 94 persen.
Dalam UL Procyon AI Computer Vision Benchmark, Snapdragon® X2 Elite pada perangkat ini mencatat 4.344 poin. Sementara itu, Snapdragon® X Elite generasi sebelumnya memperoleh 1.890 poin.
Editing Video dan Gaming Ringan Tetap Didukung
Kemampuan perangkat juga terlihat dalam penggunaan aplikasi kreatif. Adobe Premiere Pro 2026 ARM64 membutuhkan sekitar 10 menit 15 detik untuk mengekspor video 4K 60fps berdurasi lima menit.
Sementara itu, CapCut menyelesaikan pekerjaan serupa dalam sekitar 3 menit 51 detik. DaVinci Resolve 20.3 juga telah mendukung ARM64 secara native.
Namun, sejumlah perangkat lunak x86 tertentu masih membutuhkan emulasi. Karena itu, dukungan aplikasi tetap menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan pengguna Windows ARM.
Untuk kebutuhan gaming, Zenbook A14 OLED mampu menjalankan Cyberpunk 2077. Setelah penggunaan sekitar 30 menit, suhu prosesor berada pada rentang 66–76 derajat Celsius.
Port dan Konektivitas Tetap Lengkap
Meskipun memiliki bodi tipis, ASUS tetap menyediakan sejumlah konektivitas penting. Pada sisi kiri terdapat HDMI 2.1, dua port USB4 yang mendukung Power Delivery dan display output, serta jack audio 3,5mm.
Sementara itu, sisi kanan menyediakan USB 3.2 Gen 2 Type-A. Port tersebut memungkinkan pengguna menghubungkan perangkat dengan konektor USB-A tanpa selalu membutuhkan adaptor.
Untuk koneksi nirkabel, laptop ini mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Kombinasi tersebut memberikan fleksibilitas saat pengguna menghubungkan monitor eksternal atau perangkat pendukung lainnya.
Baterai 70Wh Bertahan Hampir 23 Jam
Selain bobot, daya tahan baterai menjadi faktor penting untuk perangkat yang mengutamakan mobilitas. ASUS membekali Zenbook A14 OLED dengan baterai berkapasitas 70Wh.
Dalam pengujian pemutaran video lokal 1080p, baterai mampu bertahan hingga 22 jam 48 menit. Hasil tersebut memberikan ruang penggunaan panjang untuk aktivitas tanpa sambungan listrik.
Untuk pengisian daya, baterai mencapai sekitar 56 persen dalam waktu 30 menit. Sementara itu, pengisian hingga penuh membutuhkan sekitar 1 jam 54 menit.
Dengan demikian, ASUS Zenbook A14 OLED menggabungkan bobot sekitar 980 gram dengan prosesor Snapdragon® X2 Elite, layar OLED, konektivitas lengkap, dan baterai 70Wh. Perangkat ini menawarkan pendekatan laptop premium yang menempatkan mobilitas dan performa dalam satu perangkat.
Kombinasi tersebut juga memperlihatkan arah perkembangan laptop premium yang semakin mengandalkan efisiensi daya. Selain itu, kemampuan pemrosesan AI lokal dan dukungan aplikasi ARM menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan perangkat ini.








