Laba Bersih Mitratel Tembus Rp1,1 Triliun Semester I 2026

Japur Ganteng

DigiPulsa.com – JAKARTA – Laba bersih Mitratel kembali mencatatkan pertumbuhan positif pada Semester I 2026. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,11 triliun di tengah transformasi bisnis menuju penyedia infrastruktur digital terintegrasi.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa strategi transformasi perusahaan mulai memberikan hasil nyata. Selain meningkatkan efisiensi, Mitratel juga berhasil memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan sumber pendapatan baru dari layanan digital.

Di sisi lain, pertumbuhan bisnis fiber dan optimalisasi aset menara telekomunikasi menjadi faktor penting yang menopang performa perseroan sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Kondisi tersebut memperkuat posisi Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Laba Bersih Mitratel Tumbuh Menjadi Rp1,11 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,69 triliun pada Semester I 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar 2,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor terbesar masih berasal dari bisnis penyewaan menara telekomunikasi. Segmen ini menyumbang sekitar 81,7 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

Selain itu, bisnis fiber juga menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat. Perkembangan tersebut menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru yang memperluas sumber pendapatan perseroan.

Mitratel juga mencatat EBITDA sebesar Rp3,89 triliun atau naik 0,8 persen secara tahunan. Sementara itu, EBITDA margin tetap terjaga di level tinggi, yakni 82,9 persen.

Kinerja tersebut diikuti dengan laba bersih Mitratel sebesar Rp1,11 triliun. Angka ini meningkat sekitar 1,5 persen dibandingkan Semester I 2025 dengan net profit margin mencapai 23,7 persen.

Perusahaan menilai pencapaian tersebut merupakan hasil keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, dan disiplin dalam mengelola biaya.

Transformasi Mitratel Perkuat Infrastruktur Digital

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan transformasi yang dijalankan perusahaan bukan sekadar memperluas portofolio bisnis.

Menurutnya, strategi tersebut bertujuan membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui peningkatan daya saing, efisiensi, dan penciptaan nilai tambah.

Transformasi tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan BUMN di bawah Danantara Indonesia serta Telkom Group.

Selain bisnis menara telekomunikasi, Mitratel kini mengembangkan berbagai layanan infrastruktur digital yang semakin lengkap.

Beberapa layanan yang terus diperkuat antara lain:

  • Pengembangan jaringan fiber optik.
  • Solusi Fixed Wireless Access (FWA).
  • Power as a Service (PaaS).
  • Infrastruktur digital terintegrasi.
  • Dukungan terhadap percepatan digitalisasi nasional.

Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang bisnis baru sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor infrastruktur digital Indonesia.

Jaringan Menara dan Fiber Terus Bertambah

Dari sisi operasional, Mitratel semakin memperkokoh kepemimpinannya di industri menara telekomunikasi.

Hingga Semester I 2026, perusahaan mengelola sebanyak 40.563 menara telekomunikasi. Sebanyak 59 persen di antaranya berada di luar Pulau Jawa yang menjadi wilayah pertumbuhan baru.

Strategi ekspansi tersebut juga berhasil meningkatkan jumlah kolokasi menjadi 23.303 tenant atau tumbuh sekitar 10,3 persen.

Akibatnya, tenancy ratio meningkat menjadi 1,57 kali. Peningkatan ini menunjukkan semakin optimalnya pemanfaatan aset perusahaan sekaligus meningkatnya kepercayaan operator seluler terhadap kualitas layanan Mitratel.

Sementara itu, jaringan fiber juga berkembang pesat. Hingga akhir Semester I 2026, panjang jaringan fiber mencapai 74.779 kilometer billable length atau naik sekitar 13,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyediakan layanan infrastruktur digital yang semakin terintegrasi.

Prospek Bisnis Mitratel Dinilai Masih Positif

Penguatan bisnis inti serta ekspansi ke layanan digital diperkirakan akan menjadi penopang pertumbuhan Mitratel pada periode berikutnya.

Selain mempertahankan dominasi di bisnis menara, perusahaan juga terus memperbesar kontribusi bisnis fiber dan layanan digital lainnya.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan konektivitas, pembangunan jaringan telekomunikasi, serta percepatan transformasi digital nasional diperkirakan akan membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar.

Dengan kombinasi ekspansi infrastruktur, efisiensi operasional, dan diversifikasi bisnis, laba bersih Mitratel berpotensi terus tumbuh pada masa mendatang.

Ke depan, Mitratel menargetkan tetap menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi yang mampu mendukung kebutuhan operator telekomunikasi, sektor bisnis, hingga percepatan ekonomi digital Indonesia. Perusahaan optimistis strategi transformasi yang dijalankan saat ini akan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri telekomunikasi yang semakin dinamis.

Penulis :

Japur Ganteng

TOPIK :

Tinggalkan komentar

Home Trending Explore Aplikasi Menu

Kode Referral Livin by Mandiri Oktober 2026 MGMLCGO80S, Cara Pakai dan Syaratnya

Kode Referral Livin by Mandiri Oktober 2026 MGMLCGO80S, Cara Pakai dan Syaratnya

Kunjungi Artikel